Zat Adiktif dan Psikotropika
dalam Kedokteran
Zat adiktif dan psikotropika, adalah obat yang dikonsumsi secara terus menerus
mengakibatkan efek ketagihan/ketergantungan, dan bila dikonsumsi secara
berlebihan (over dosis) mengakibatkan kematian. Contoh dari zat tersebut
diantaranya alcohol, nikotin, ganja, opium, sabu-sabu, dan masih banyak lagi
lainnya.
Sebenarnya zat adiktif dan psikotropika bermanfaat dalam bidang kesehatan,
tetapi dalam dosis yang diberikan oleh
dokter, dan sesuai dengan kebutuhan pengobatan pasien. Berdasarkan
efek positif, zat adiktif dan psikotropika golongkan menjadi empat macam:
1. Zat Stimulan, adalah zat yang merangsang kegairahan serta kesadaran sehingga kemampuan
beraktivitas akan meningkat. Jenis zat nya adalah kafein, kokain, dan amfetamin. Contoh
zat yang disalahgunakan adalah shabu-shabu dan
ekstasi.
2. Zat Depresan, adalah zat yang menekan sistem saraf pusat dan mengurangi aktivitas fungsional
tubuh sehingga merasa tenang, bahkan bisa membuat tidur, tetapi jika kelebihan dosis mengakibatkan kematian.
Jenis zat ini adalah
opioda, morfin, dan
heroin. Contoh yang populer adalah putaw.
3. Zat Narkotika di bidang kedokteran digunakan sebagai zat analgesik kuat yang dapat
menghilangkan rasa nyeri dalam pembedahan. Zat yang termasuk kelompok narkotika
adalah ganja, opium, dan kokain.
4. Alkohol di bidang kesehatan, digunakan sebagai zat desinfektan. Yaitu zat yang digunakan untuk membunuh kuman dan bakteri, alkohol juga dipakai untuk mencuci
alat-alat kedokteran.
Dampak penyalah gunaan narkoba banyak macamnya,
diantaranya sebagai berikut:
1.
Masalah pribadi
a.
Masalah fisik
Pemakaian narkoba akan
merusak fungsi organ tubuh sang pemakai
Ø Berat badan turun drastic
Ø Mata terlihat cekung dan
merah
Ø Muka pucat dan bibir hitam
Ø Buang air tidak lancar
Ø Bintik – bintik merah di
tangan
b.
Dampak terhadap emosi
Pemakai narkoba akan
mengalami perubahan emosi
Ø Sensitif, mudah bosan, dan
sering membangkang
Ø Emosi labil dan nafsu makan
berkurang.
c.
Masalah hukum
Kasus yang terkait
narkoba, mulai dari pemakai,pengedar,produsen dan siapa saja yang
berperan pada peredaran narkoba diancam dengan hukuman yang sangat berat sampai
hukuman mati.
d. Masalah psikologi dan kecerdasan
Narkoba menurunkan
kecerdasan dan kemampuan intelektual, karena zat
tersebut mengakibatkan kerusakan pada otak dan sistim saraf.
2. Masalah keluarga
Akan menghadapi
berbagai masalah, baik masalah ekonomi, psikologis maupun sosial. Keluarga menjadi terganggu dan malu terhadap masyarakat sekitar lingkungan.
3. Masalah masyarakat
Cenderung
menjauh karena takut tertular dengan adanya pecandu dalam
masyarakat, kehadirannya menjadi amat meresahkan, karena banyak menimbulkan
masalah sosial antara pemakai dan masyarakat disekitarnya.
4. Masalah
Negara
Negara sangat dirugikan,
karena kehilangan generasi penerus bangsa yang
berpotensi baik sehingga tidak dapat bersaing dengan negara lain untuk kemajaun
bangsa dan negaranya sendiri.
Sember – sumber artikel
Adakah Keuntungan
Dari Polusi?
Polusi adalah berubahnya suatu zat
dari keadaan positf atau normal menjadi suatu keadaan negative (pencemaran).
Zat yang menyebabkan pencemaran disebut dengan Polutan, suatu zat dapat disebut
polutan apabila jumlahnya melebihi normal, berada diwaktu tidak tepat, dan
berada ditempat yang tidak tepat.
Berikut ini macam – macam polusi dan
bahayanya bagi lingkungan sekitar, yaitu sebagai berikut:
1. Polusi Udara
Ini sangat berbahaya,
karena polusinya bisa mengganggu kesehatan, efek rumah kaca, merusak lapisan
ozon, sehingga lapisan ozon akan menipis dan suhu di bumi menjadi lebih panas.
Polusi udara berasal dari asap kendaraan, asap rokok, asap pabrik, dan dari
asap lainnya juga.
2. Polusi Tanah
Tanah dapat tercemar
apabila tanah terpolusi dengan limbah, dan sampah plastik. Sehingga menyebabkan
tanah tersebut tidak dapat ditumbuhi tanaman karena tanahnya tidak subur.
3. Polusi Suara
Suara dapat terkena
polusi karena disebabkan adanya kebisingan yang berasal dari mesin pesawat,
kebisingan lalu lintas, dan mendengarkan music dengan keras.
4. Kontaminasi Radioaktif
Radioaktif adalah
pencemaran polusi yang sangat berbahaya, apabila terkena pencemaran ini maka
dampak yang terjadi pada orang yang terkena radiasi ini akan terkena penyakit
serius bahkan sampai kematian. Pencemaran ini berasal dari kebocoran tenaga
nuklir atau pembuangan limbah radioaktif yang sembarangan.
5. Polusi Foto
Polusi ini
disebabkan oleh foto yang memakai lampu bantuan sehingga dapat merusak
penglihatan dan mengganggu pola tidur.
6. Polusi Visual
Biasanya polusi ini
terjadi di tembok jalanan di mana tembok tersebut dicoret dan dikotori sehingga
terlihat merusak walaupun beberapa orang beranggapan kalau itu adalah seni.
7. Polusi Air
Polusi ini
disebabkan oleh pembuangan limbah pabrik dan limbah rumah tangga ke sungai,
danau, dan laut. Sehingga menyebabkan tercemarnya air dan merusak ekosistem air
dan lingkungannya.
Dari bermacam – macam polusi
tersebut, maka kita dapat meminimalisir dampak dari polusi dengan beberapa
cara, diantaranya ialah:
1. Menanam pohon sebagai sumber oksigen
2. Menggunakan bahan bakar ramah
lingkungan
3. Tidak membakar sampah
4. Tidak membuang sampah kesungai
Tetapi, dari seluruh kerugian yang
ditimbulkan oleh polusi sebenarnya ada sedikit keuntungan yang berasal dari
polusi tersebut. Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa beberapa macam
polutan udara mengubah komposisi kimia awan sehingga awan lebih banyak
memantulkan sinar matahari ke angkasa daripada ke bumi.
Seorang kimiawan atmosfer dari
University of Washington yang bernama Robert Charlson bekerjasama dengan para
ilmuan dari Consilio Nazionale delle Ricerche, mereka menganalisa awan di atas
Po River Valley, sebuh daerah industri di Italia Utara dan mengambil semple air
dari banyak awan lalu menguapkan air tersebut sebagai usaha mengembalikan
proses terbentuknya awan.
Ketika menganalisa awan yang sudah
diuapkan, mereka menemukan hasil bahwa tekanan permukaan titik air berkurang
sebanyak 30% dibandingkan nilai tekanan air pada umumnya. Tekanan
permukaan adalah gaya yang menarik molekul air ke tengah, menjauhi permukaan.
Para ilmuwan memperhitungkan bahwa berkurangnya 30% tekanan permukaan dapat
memproduksi 20% titik air lebih banyak dan mengurangi besar titik air itu
sebanyak 6%.
Menurut
Charlson dan rekan ilmuannya,
bertambahnya jumlah titik air di awan, dapat menyebabkan cahaya matahari 1%
lebih banyak terpantul menjauhi bumi.
Sumber – sumber LINK
trimakasih atas tutorialnya, karena sekarang saya tahu bahwa ternyata peran zat adiktif itu sangat dibutuhkan, namun sekaligus mengingatkan, karena jika digunakan secara berlebihan akan mengakibatkan hal yang negative.
BalasHapus