Senin, 17 November 2014

Pengaruh Produksi Sirup Tjampolay Terhadap Lingkungan Sekitar



Amukti Sadat Jati



Abstrak
Sirup Tjampolay termasuk salah satu produk daerah Cirebon yang ternama. Produk ini masuk peringkat pertama dari sekitar 1.523 industri kecil yang tersebar di kota udang Cirebon. Konon, resep produk sirup ini diperoleh Tan Tjek Tjiu pada 11 Juli 1936 lewat mimpi.
Terlepas dari cerita mistik seperti itu, sirup ini di Cirebon memang terkenal, karena rasanya yang khas. Bahkan, pada tahun 2001, produk sirup milik keluarga Tjiuw ini berhasil mendapat penghargaan Bintang I " Standardisasi Kelayakan Industri dari Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan. Dia mengungguli 14 perusahaan se-Jawa Barat yang di ukur berdasarkan kualitas produk, proses produksi dan racikan.
Selain itu, Tjampolay di tahun itu juga berhasil memperoleh Piagam Penghargaan Standardisasi Industri Internasional. Sirup ini tersedia dalam beberapa rasa: rossen, asam jeruk, nanas, pisang susu, mangga gedong dan jeruk nipis.

Kata Kunci : Sirup Tjampolay, Cirebon, Industri, Limbah.
 Pendahuluan
Sirup Tjampolay adalah minuman khas kota Cirebon, yang diproduksi oleh Tan Tjek Tjiu, pada 11 Juli 1936. Setelah Tan Tjek Tjiu meninggal dunia tahun 1964, produksinya sempat berhenti beroperasi selama 6 tahun. Kemudian pada tahun 1970, kembali diproduksi oleh anak dari Tan Tjek Tjiu, yaitu Setiawan.
Dalam pengelolaannya, Setiawan mengalami rintangan sehingga usaha Sirup Tjampolay harus berhenti kembali. Namun, pada tahun 1983 usaha Sirup Tjampolay kembali bangkit. Jatuh bangun usaha ini berbuah manis, dengan keberhasilan Sirup Tjampolay sebagai sirup kenamaan kota Cirebon, di Jawa Barat dan daerah lainnya di Indonesia. Usaha Sirup Tjampolay kini telah dilanjutkan oleh generasi ketiga keluarga Tan Tjek Tjiu.

Pembahasan
Sirup Tjampolay awalnya hanya diproduksi dengan tiga varian rasa, yaitu rasa rozen rose, asam jeruk dan nanas. Namun sekarang sudah memiliki berbagai varian rasa yang lebih bervariatif, yaitu: Rasa rozen rose, asam jeruk, nanas, pisang susu, melon, leci, mangga gedong, jeruk nipis dan kopi moka. Rasa yang paling terkenal adalah rasa pisang susu. Sirup Tjampolay terbuat dari bahan alami dan menggunakan gula murni, inilah yang membuat cita rasa Sirup Tjampolay tetap terjaga hingga saat ini.
Namun sangat disayangkan Kantor Pengelola Lingkungan Hidup (KPLH) Kota Cirebon menemukan bahwa Pabrik Sirup Tjampolay tidak memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah, sehingga limbahnya mecemari air serta udara di sekitar pabrik. Hal ini menimbulkan bau busuk dan air di saluran drainase pemukiman warga berwarna keruh.
Oleh karena itu, Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan (BPMPP) Kota Cirebon pun, kemungkinan besar akan mencabut ijin operasi pabrik Sirup Tjampolay ikon Kota Udang itu.
Meskipun demikian, pihak BPMPP belum dapat memastikan kandungan zat yang ada di limbah tersebut, karena masih menunggu hasil penelitian. Pihak BPMPP pun menyarankan pihak pabrik segera membuat IPAL agar limbah yang dihasilkan bisa dikelola dengan baik, tanpa mencemari lingkungan sekitar. Sebab warga sekitar mengeluhkan lingkungan mereka yang sejak lama tercemari limbah dari pabrik itu. Warga bahkan mengancam akan bertindak keras kepada pengelola pabrik yang sudah berulang kali diberitahu, tetap tidak memberiskan solusi nyata.

 
Daftar Pustaka
http://budayacirebon.wordpress.com/2011/05/01/tjampolay-minuman-sehat-khas-cirebon/


Tidak ada komentar:

Posting Komentar